Geografi Media Info

Media informasi pembelajaran geografi dan pendidikan

Geografi Media Info

Media informasi pembelajaran geografi dan pendidikan

Geografi Media Info

Media informasi pembelajaran geografi dan pendidikan

Geografi Media Info

Media informasi pembelajaran geografi dan pendidikan

Geografi Media Info

Media informasi pembelajaran geografi dan pendidikan

 

BAHAN BACAAN:

Klasifikasi dan Contoh Negara Maju dan Berkembang

Contoh negara-negara maju dan negara berkembang mungkin belum banyak diketahui banyak orang. Pengertian dan alasan sebuah negara dikatakan maju dan berkembang masih menjadi salah satu topik ataupun materi yang terus berkembang setiap saat. Artikel berikut ini akan membahas pengertian dan contoh negara-negara maju serta negara berkembang. Alasan penguat sebuah negara dikatakan maju dan berkembang juga akan dijabarkan dengan jelas sehingga pemahaman mengenai konsep negara maju dan berkembang akan lebih dipahami.

Negara – negara di dunia hidup dengan ciri khas nya maisng – masing. Diantara negara – negara tersebut ada yang memiliki sumber daya yang lebih banyak dari yang lain, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Namun, hanya beberapa negara yang mampu mengelola kedua sumber daya ini dengan lebih baik sehingga perekonomian negara tersebut menjadi lebih maju dan kesejahteraan penduduk di negara – negara tersebut lebih baik dari yang lainnya.

Ada beberapa kriteria yang diperhitungkan dalam menentukan apakah suatu negara termasuk negara maju atau negara yang masih berkembang. Kriteria tersebut antara lain, adalah:

·         Produk Domestik Bruto adalah total nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam waktu 1 tahun.

·         Produk Nasional Bruto adalah total nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh negara baik yang berasal dari warga negara asli yang tinggal di dalam negara maupun di luar negara tersebut.

·         Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata – rata per orang dalam suatu negara.

·         Tingkat industri.

·         Jumlah perkembangan infrastruktur.

·         Tingkat kesejahteraan umum. 

Berikut ini adalah contoh negara-negara maju dan negara berkembang di dunia beserta alasan klasifikasi dari maisng – masing negara terebut. Beberapa memiliki tingkat perekonomian yang lebih tinggi, tingkat industrialisasi yang tinggi, pendapatan per kapita yang lebih baik, atau kesejahteraan yang lebih baik dari negara yang berkembang.

Contoh Negara-Negara Maju

Negara maju secara umum memiliki pengertian negara yang sudah memiliki kemajuan pesat di tingkat ekonomi dan kemajuan pesat di bidang teknologi industri atau kemajuan teknologi di bidang infrastruktur lainnya yang mendukung kehidupan masyarakat di dalamnya. Kemajuan di bidang ekonomi ditandai dengan tingginya GDP atau produk domestik bruto, tingginya pendapatan per kapita, dan berkembangnya sektor industri barang dan jasa hingga ke tahap industri praktis dan berkurangnya penggunaan tenaga manusia.

Tolak ukur lainnya yang menentukan negara tersebut termasuk ke dalam kriteria negara maju adalah Indeks Pembangunan Manusia. Parameter ini merupakan kombinasi dari berbagai sektor, yaitu ekonomi (pendapatan per kapita), angka harapan hidup (kesehatan), tingginya kepercayaan publik, rendahnya angka pengangguran, dan banyaknya penduduk yang mendapatkan akses pendidikan layak. Angka Indeks Pembangunan Manusia minimal sebuah negara hingga bisa dikatakan sebagai negara maju adalah 0.788.

Berikut ini adalah contoh negara maju berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia:

1.     Norwegia

Norwegia merupakan negara dengan Indeks Pembangunan Manusia tertinggi di seluruh dunia dan terus meningkat hingga saat ini. Negara ini menerapakan sistem ekonomi pasar dan akses kesehatan dan gratis kepada seluruh masyarakatnya sehingga angka harapan hidup di negara ini cukup tinggi. Sumber daya alam utama dari negara ini adalah minyak bumi, gas alam, mineral, dan seafood. Menurut data Bank Dunia, Norwegia merupakan salah satu dari 40 negara dengan pendapatan kapita per tertinggi di seluruh dunia dan kedua tertinggi di Benua Eropa. Negara ini juga menjadi Negara dengan Penduduk yang Paling Bahagia di Dunia.

2.     Australia

Negara sekaligus benua satu – satunya yang berada di selatan dunia ini juga menjadi salah satu negara maju dengan Indeks Pembangunan Manusia tertinggi. Australia memiliki sistem pemerintahan monarki meskipun begitu penduduknya memiliki kebebasan penuh dalam melakukan kegiatan ekonomi dan mendapatkan hak politik dengan baik. Kriteria lain yang dimiliki negara ini adalah tingginya akses masyarakat terhadap kesehatan dan pendidikan, sehingga kesejahteraan masyarakatnya sangat baik. Australia juga memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi paling signifikan dari tahun ke tahun.

3.     Jerman

Negara yang merupakan pencetus terjadinya perang kedua ini merupakan negara dengan Indeks Pembangunan Manusia tertinggi karena tingkat pendidikan yang sangat luar biasa. Beberapa universitasnya termasuk yang paling bergengsi di dunia dengan biaya pendidikan yang gratis untuk masyarakatnya, bahkan Jerman memberikan kesempatan belajar yang sangat besar untuk pelajar dari negara lain juga tanpa biaya. Dalam sektor perekonomian, Jerman merupakan negara pengekspor barang terbanyak ketiga di seluruh dunia. Pendidikan yang sangat baik mejadikan tingginya skill dan produktifitas masyarakatnya sehingga standar hidup di negara Jerman juga sangat tinggi.

4.     Singapura

Asia Tenggara juga memiliki negara maju dengan Indeks Pembangunan Manusia tertinggi nomor 6 di seluruh dunia, yaitu Singapura. Negara yang baru merdeka di tahun 1965 ini sebelumnya merupakan negara berkembang, namun karena tingkat kemajuan teknologi yang sangat pesat negara ini berhasil lulus dari statusnya sebagai negara berkembang. Negara yang dijuluki macan asia ini kini menjadi salah satu negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia dan memiliki tingkat pendidikan, kesehatan, keamanan, dan angka harapan hidup tertinggi di Asia.

5.     Kanada

Kanada adalah negara yang terletak di bagian utara benua Amerika. Negara terluas nomor dua di seluruh dunia ini merupakan negara berbentuk monarki. Indeks Pembangunan Manusia di Kanada merupakan yang tertinggi ke-9 di seluruh dunia. Hal ini didasarkan dari pemerintah yang transparan dan bebas dari korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan, kebebasan HAM dan ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup yang meliputi kesehatan dan kesejahteraan.

6.     Amerika Serikat

Negara adidaya paling berpengaruh di dunia ini adalah salah satu negara yang sudah maju bahkan sebelum perang dunia kedua dimulai. Amerika Serikat merupakan negara dengan pendapatan domestik bruto (GDP) terbesar di seluruh dunia. Amerika Serikat bukan hanya memiliki kemajuan di bidang ekonomi, pendidikan, dan aspek sosial-ekonomi lainnya, melainkan juga di bidang pertahanan dan militer. Amerika Serikat memiliki kekuatan militer terbesar ketiga di seluruh dunia dan merupakan pengekspor senjata terbesar di seluruh dunia.

7.     Hongkong

Hongkong sebelumnya merupakan salah satu negara bagian dari Negara China yang kemudian memisahkan diri. Sama halnya seperti Singapura, negara ini sebelumnya merupakan negara berkembang yang mengalami pertumbuhan ekonomi yangsangat pesat sehingga berubah menjadi negara maju di tahun 1997. Negara Hongkong memiliki letak strategis sebagai pelabuhan dan persinggahan para pedagang sehingga kemajuan ekonomi dan teknologi pun berkembang dengan pesat. Negara ini merupakan negara dengan angka harapan hidup tertinggi di seluruh dunia.

8.     Jepang

Negara Jepang merupakan salah satu negara dengan Indeks Pembangunan Manusia yang sangat tinggi di dunia. Meskipun berada pada letak geografis yang rawan bencana, namun negara kekaisaran ini memiliki etos kerja yang sangat tinggi. Semangat pada penduduk dan produktifitas di bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, serta teknologi menjadikan Jepang sebagai salah satu negara maju di kawasan Asia yang sangat diperhitungkan oleh dunia.

9.     Denmark

Contoh negara maju lainnya yaitu, Denmark merupakan negara dengan bentuk kerajaan di Eropa. Negara dengan Indeks Pembangunan Manusia tertinggi ke-5 di dunia ini merupakan negara dengan pemerataan pendapatan terbaik di dunia. Hal ini berefek pada tidak adanya kesenjangan ekonomi yang dapat berpengaruh pada menurunnya tingkat kriminalitas dan tingginya kualitas kehidupan sosial dalam masyarakat. 

Selain beberapa negara di atas, adapun beberapa negara lainnya yang termasuk ke dalam daftar negara maju di seluruh dunia adalah sebagai berikut:

10. Belanda.

11. Irlandia.

12. Luxemburg.

13. Inggris.

14. Swedia.

15. Korea Selatan.

16. Perancis.

17. Belgia.

18. Finlandia.

19. Estonia.

20. Yunani.

21. Italia.

22. Lithuania.

23. New Zealand.

24. Portugal.

25. Spanyol.

Contoh Negara Berkembang

Ciri-ciri negara maju adalah negara yang masih mengembangkan industrialisasi untuk memajukan tingkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa pendapat juga mengatakan bahwa negara berkembang memiliki tingkat Indeks Pembangunan Manusia yang lebih rendah dari 0.8 (standar IPM untuk negara maju). Hal ini berarti ada parameter dari IPM yang belum terpenuhi dengan baik oleh negara berkembang.

Parameter tersebut dapat berupa pendapatan perkapita, tingkat produksi nasional dan domestik per kapita, akses kesehatan, akses pendidikan, maupun kesejahteraan sosial. Seorang ahli bernama Walt Whitman Rostow juga mendefinisikan negara berkembang merupakan negara yang sedang melakukan penyesuaian antara sistem industri tradisional menjadi sistem industri moderen berbasis revolusi industri Inggris. Kriteria lainnya dari negara berkembang adalah sebagai berikut:

·         Rendahnya Angka Harapan Hidup karena kurangnya akses kesehatan.

·         Kurangnya akses pendidikan yang menurunkan kesempatan meningkatkan skill.

·         Rendahnya pendapatan karena kurang skill dan akses informasi.

·         Tingginya Angka kelahiran.

Idealnya pada saat ini istilah negara maju dan berkembang sudah tidak digunakan lagi karena menuai kritik. Konsep negara maju dan berkembang telah membuat kesan bahwa negara berkembang adalah negara terbelakang. Konsep ini kemudian digantikan dengan beberapa istilah berikut ini:

·         Negara dengan pendapatan rendah (Pendapatan Nasional Bruto $1,025 atau kurang per tahun).

·         Negara dengan pendapatan menengah-rendah (Pendapatan Nasional Bruto $1,026 – $4,035 per tahun).

·         Negara dengan pendapatan menengah-tinggi (Pendapatan Nasional Bruto $4,036-$12,475 per tahun).

·         Negara dengan pendapatan tinggi (Pendapatan Nasional Bruto di atas $12,476 per tahun). Meskipun istilah ini dianggap lebih layak, namun istilah negara dan maju dan berkembang tetap lebih sering digunakan untuk membedakan tingkat kesejahteraan suatu negara. Berikut ini adalah 25 contoh negara berkembang beserta sektor yang perlu mendapat perhatian khusus agar tercipta kesejahteraan masyarakat dan kemajuan negara menjadi lebih baik:

1.     China

Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia ini sebenarnya memiliki perekonomian yang sudah cukup maju. Tercatat, China adalah negara dengan Pendapatan Domestik Bruto terbesar kedua di seluruh dunia dan industrialisasi yang sudah maju dengan menjadi negara pengekspor kedua terbanyak di seluruh dunia. Sayangnya, negara beraliran komunisme ini kurang memperhatikan kesejahteraan masyarakat sehingga pemerataan pendapatan belum berjalan efektif. Hal ini menjadikan akses pendidikan, kesehatan kurang bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan kesenjangan sosial masih terjadi. Hal ini bisa meningkatkan angka kriminalitas.

2.     Indonesia

Negara Indonesia telah berkembang menjadi negara industrialisasi baru. Sebutan ini biasanya digunakan untuk negara yang sudah mengalami kemajuan pesat di bidang industri dan telah berada satu langkah di atas negara yang berkembang. Meskipun begitu, Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia belum bisa dikategorikan sebagai negara maju karena beberapa hal berikut:

·         Akses pendidikan dan kesejahteraan yang belum merata.

·         Infrastruktur yang belum merata di berbagai daerah.

·         Tingginya angka fertilitas dan rendahnya angka harapan hidup.

·         Akses kesehatan yang belum merata.

·       Tingginya kesenjangan sosial yang diakibatkan kurangnya pemerataan pendapatan.

·   Kurangnya tranparansi di bidang pemerintahan yang ditandai dengan tingginya angka korupsi di Indonesia. 

Indonesia juga masih membutuhkan kemandirian di bidang ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan pemberdayaan sumber daya manusia dan sumber daya alam dengan bijak sehingga kemajuan ekonomi bisa tercapai dengan cepat.

3.     Kroasia

Negara Kroasia merupakan satu dari sebagian kecil negara di Benua Eropa yang masih dikategorikan sebagai negara berkembang. Negara ini mengandalkan perekonomian dari sektor pertanian dan industri. Akses pendidikan dan kesehatan juga sudah baik karena negara ini menyediakan fasilitas kesehatan gratis dan pendidikan hingga jenjang secondary atau sekolah menengah. Sayangnya, negara ini masih memiliki tingkat pengangguran yang cukup tinggi yaitu 15% karena beberapa masyarakat kesulitan dalam mendapatkan akses akibat infrastruktur yang belum merata. (Baca juga: Ciri – Ciri Manusia Sebagai Makhluk)

4.     Mesir

Negara yang identik dengan Sungai Nil ini merupakan salah satu negara dengan kebudayaan tertua di sepanjang sejarah dunia. Negara Mesir menjalankan perekonomian dari sektor pertanian, minyak bumi, dan pariwisata. Negara ini tercatat menjadi negara dengan perekonomian yang cukup maju di benua Afrika dan wilayah timur tengah. Kendala yang dialami Mesir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat antara lain, adalah:

·         Tingginya kesenjangan sosial.

·         Tingginya angka korupsi pada pemerintahan.

·         Tingginya inflasi dan harga bahan pokok.

·         Kurangnya penyediaan fasilitas transportasi yang memadai.

5.     India

India merupakan salah satu negara terbesar di Asia. Populasipenduduk di India merupakan yang kedua terbanyak di seluruh dunia. India telah mengalami kemajuan dalam bidang industri dan telah menjadi pengekspor salah satu merek kendaraan bermotor terkenal di Asia. Industrialisasi yang telah berkembang di India telah mencakup banyak sektor penting, namun India masih mengalami masalah yang msih menghambat kemajuan negara dan laju ekonomi tidak meningkat di seluruh sektor. India masih mengalami masalah kependudukan serius dan belum bisa mengendalikan jumlah penduduk. Hal ini menjadikan Indeks Pembangunan Manusia di negara India masih berada di tingkat medium. Beberapa masalah kesejahteraan yang perlu ditindaklanjuti pemerintah adalah:

·         Kesejahteraan yang belum merata.

·         Kesenjangan sosial yang berimbas pada tingginya angka kriminalitas.

·         Keberadaan perumahan yang belum bisa mencukupi untuk seluruh warga negara.

·         Pemerintahan yang kurang transparan. (baca juga: Pengertian Piramida Penduduk)

6.     Malaysia

Negara yang serumpun dengan Negara Indonesia ini mengandalkan perekonomian di sektor perdagangan, pertanian, dan perindustrian. Pembangunan infrastruktur di Malaysia sudah berkembang dengan cukup pesat selama 5 tahun belakangan dan tercatat Malaysia adalah salah satu negara dengan perkembangan ekonomi yang paling cepat di Asia Tenggara. Sama halnya seperti Indonesia, Malaysia sudah menjadi bagian dari Negara Indutrialisasi Baru. Namun, pembenahan tetap dibutuhkan di negara ini. Nilah pendapatan negara ini cukup besar namun pendapatan per kapitanya masih kurang dibandingkan beberapa negara yang juga telah menjadi negara industrialisasi. Hal ini disebabkan jumlah penduduk yang masih belum terkendali dan belum meratanya pendapatan antar warga negara sehingga kemajuan ekonomi hanya bisa diraskan oleh sebagian masyarakat.

7.     Arab Saudi

Negara yang berada di semenanjung Arab ini merupakan salah satu negara terkaya di dunia karena produksi minya bumi dan hasil tambang yang melimpah. Negara Arab Saudi memang meiliki pendapatan nasional bruto yang cukup tinggi, pendapatan per kapita dan pendapatan bersih negara ini juga termasuk yang tertinggi di dunia. Selain itu, negara ini juga memiliki Indeks Pembangunan Manusia yang sudah cukup baik (di atas 0.8, IPM di atas 0.78 sudah dianggap sejahtera). Beberapa pengamat menilai bahwa Arab Saudi belum dapat dikategorikan negara maju karena sistem politiknya yang masih kaku dan pemerataaan infrastruktur yang masih kurang di beberapa wilayah.

8.     Albania

Satu lagi negara di Benua Eropa yang masih tergolong sebagai negara berkembang adalah Albania. Perlu diketahui, bahwa hampir 70% negara di benua Eropa termasuk ke dalam kategori negara maju. Albania merupakan negara yang mengandalkan perekonomian dari sektor agraris. Menurut catatan, Albania memiliki Indeks Pembangunan Manusia yang cukup tinggi dimana masyarakatnya telah memperoleh akses yang sangat baik di bidang kesehatan dan pendidikan, serta kebebasan dalam berpolitik. Sayangnya, pendapatan per kapita negara ini masih tertinggal dibanding negara lainnya di benua Eropa serta pembangunan infrastruktur dan teknologi belum semaju beberapa negara lain yang telah digolongkan negara maju.

9.     Brazil

Brazil merupakan salah satu negara terluas di Amerika Selatan. Perekonomian negara Brazil menjadi salah satu yang paling baik diantara negara latin lainnya. Tercatat bahwa Brazil merupakan 20 besar negara pengekspor terbanyak di dunia. Komoditas utama ekspornya pun beragam. Namun, negara latin ini menjadi salah satu negara terkorup di Benua Amerika. Hal ini menjadikan kesejahteraan tidak didapatkan dengan merata oleh seluruh masyarakat dan menghambat pembangunan. Selain itu, Brazil juga salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Hal ini menjadikan Brazil perlu menyusun langkah untuk menekan angka kelahiran sehingga jumlah penduduk bisa lebih terkendali dan meningkatkan angka pendapatan per kapita.

10.          Mongolia

Negara yang terletak di pegunungan tertinggi di dunia, Mongolia menjadi salah satu negara dengan daratan terluas di dunia. Meskipun begitu, hanya sebagian kecil wilayahnya yang dapat dihuni dikarenakan pengaruh iklim dan kondisi alam yang tidak memungkinkan. Berada di daerah pegunungan yang cukup subur, Mongolia menggantungkan roda perekonomiannya pada sektor pertanian dan pertambangan. Menurut Bank Dunia, Mongolia termasuk ke dalam negara dengan tingkat perekonomian menengah ke bawah. Hal ini disebabkan lokasinya yang menyulitkan transportasi dan hubungan dengan negara tetangga. Sebagian besar penduduknya pun tinggal di daerah yang terisolir oleh kondisi alam, sehingga menyulitkan pembangunan infrastruktur dan pemerataan pendapatan. Meskipun begitu Mongolia memiliki pusat pertambangan yang sangat maju dan menarik minat beberapa negara maju lainnya untuk berinvestasi, seperti Rusia, Kanada, Amerika dan Jepang.

Beberapa negara lain yang termasuk  negara berkembang adalah:

11. Kamboja.

12. Thailand.

13. Argentina.

14. Filipina.

15. Libya.

16. Maroko.

17. Ukraina.

18. Turki.

19. Myanmar.

20. Afrika Selatan.

21. Polandia.

22. Laos.

23. Armenia.

24. Pakistan.

25. Kuwait.

Itulah sekilas dari artikel tentang contoh negara maju dan berkembang yang sudah kita bahas dengan semoga bermanfaat.

Cara upload TUGAS GEOGRAFI  bagi yg belum terkirim!!

1.       1.  Akses Kelas Digital SMAN3 Pangkalan Bun : https://sman3pangkalanbun.sch.id/daring/https://sman3pangkalanbun.sch.id/daring/

2.    2.  Login :

Username           : sesuai Username masing- masing yang telah dibagi.

Password            : sesuai Password masing- masing yang telah dibagi.

3.       3. Cari Kelas

Pilih menu: Cari Kelas-masukan kode kelas (sesuai pertemuannya-lihat di group WA)


4.      4.  Jika sudah bergabung Pilih Mata Pelajaran


5.       5. Pilih Kelas yang diikuti

       Pilih sesuai pertemuannya.


 

6.      6.  Pilih Aktivitas 1- Tugas Pertemuan  1 atau 2... (sesuaikan tugas pertemuan ke-berapa; selain aktivitas 1 tidak terjadwalkan)


7.     7.   Upload tugas : Klik Browse


8.       8. Pilih berkas yang akan diupload (format pdf) – open


9.      9.  Kirim Tugas : klik kirim tugas


 ·         Jika sudah terikrim akan muncul konfirmasi sebagai berikut:


 ·          Terakhir Beri tanda centang/cheklist pada kotak pernyataan “Saya menyatakan selesai mengikuti materi ini”.



 

PENGINDERAAN JAUH

 

PENGINDERAAN JAUH

APLIKASI DI DUNIA NYATA

A. Manfaat Penginderaan Jauh

Dalam kehidupan sehari-hari manusia membutuhkan peta, namun dengan semakin berkembangnya waktu wilayah akan berubah seiring dengan perkembangan manusia dan kegiatannya. Dengan demikian peta pun harus berubah untuk mengikuti perkembangan tersebut. Sebagai contoh peta keruangan yang dibuat pada tahun 1980 tentu tidak akan relevan jika digunakan untuk mencari informasi pada tahun 2019.

Berkaitan dengan informasi pada peta yang harus selalu di update, manusia saat ini dan terkadang membutuhkan hal yang instan, selalu tersedia dan cepat. Hal itu bisa diihat pada pemanfaatan program peta digital yang bisa dilihat sebagai aplikasi yang tertanam pada alat-alat komunikasi.

Bagaimana cara mengupdate dan membuat informasi suatu wilayah dalam bentuk peta dengan cepat, metode penginderaan jauhlah yang dapat menjawab kebutuhan tersebut. Penginderaan jarak jauh atau dalam bahasa Inggris disebut dengan remote sensing merupakan suatu metode dalam mengetahui dan memperoleh informasi atau data seakurat mungkin tentang suatu obyek atau wilayah tanpa harus melakukan survei fisik di lapangan atau berkontak langsung dengan obyek tertentu yang dimaksud. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam pemetaan dan pengaturan ruang wilayah telah mengubah cara visualisasi bentuk-bentuk permukaan bumi daratan dan perairan yang selama ini tidak dapat diwujudkan.

Hasil penginderaan jauh berupa citra merupakan alat yang baik untuk pembuatan peta, baik sebagai sumber data maupun sebagai kerangka letak.

Citra akan menyajikan gambar secara lengkap, hal ini memungkinkan untuk penggunaan berbagai bidang, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mendekatkan masyarakat dengan data dan informasi geospasial. Berbagai aplikasi di gawai (gadget) telah memanfaatkan informasi geospasial berupa peta digital untuk memudahkan pengguna melakukan berbagai aktivitas seperti transportasi online, navigasi, pencarian lokasi, dan lain-lain. Teknologi penginderaan jauh disini merupakan sumber data utama dalam penyelenggaraan informasi geospasial. Saat memesan ojek online misalnya, pengguna harus memasukkan lokasi penjemputan dan lokasi tujuan. Pada saat pengguna menentukan titik lokasi, maka aplikasi akan terhubung ke peta digital. Pendefinisian lokasi ini bisa diterjemahkan dengan baik oleh aplikasi yang memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS). Pada saat itulah sebenarnya masyarakat telah memanfaatkan data dan informasi geospasial.


 

B. Aplikasi Pemanfaatan Penginderaan Jauh

Teknologi penginderaan jauh seringkali dipadukan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) sehingga menciptakan informasi yang sangat bermanfaat. Penginderaan jauh (Inderaja) memiliki manfaat yang sangat besar dalam sistem informasi data dan pengelolaannya, antara lain untuk mendeteksi perubahan data dan pengembangan model di berbagai kepentingan. Di bawah ini disajikan beberapa contoh manfaat penginderaan jauh diberbagai bidang.

1.      Kegiatan pencarian lokasi dan musibah kecelakaan pesawat Kecelakan pesawat kadang terjadi di tempat yang tidak terduga dan sulit dijangkau, misalnya di tengah lautan atau di dalam hutan. Saat kecelakaan fatal seperti ini terjadi, teknologi penginderaan jauh dengan satelit sangat berguna dalam upaya penyelamatan korban kecelakaan. Dengan penginderaan jauh, tim penyelamat akan dapat mencari lokasi terjadinya kecelakaan pesawat dan mencari korban kecelakaan.


2.      Penggunaan peta digital Ragam aplikasi peta digital antara lain adalah google maps, bings, waze dan lain-lain. Salah satu aplikasi yang sering digunakan adalah google maps, aplikasi ini sangat berguna bagi kita untuk menemukan rute jalan, restoran terdekat, atau hotel yang direkomendasikan. Tetapi dari manakah apikasi itu memperoleh gambaran petanya? Google Maps dan aplikasi peta digital lainnya memperolah gambaran peta dengan cara penginderaan jauh melalui satelit. Dengan penginderaan jauh, kita dapat melihat berbagai tempat di dunia hanya dengan ujung jari.


3.      Mendeksi pencemaran minyak di laut Kebocoran pada kilang minyak lepas pantai dapat mencemari lingkungan laut dan membahayakan makhluk hidup di dalam laut. Kebocoran minyak memerlukan penanganan yang cepat sebelum area yang tercemar semakin meluas. Penginderaan jauh melalui satelit akan dapat mendeteksi area mana yang telah tercemar. Teknologi penginderaan jauh juga dapat mengidentifikasi arah pergerakan polutan minyak.


4.      Deteksi Kebakaran hutan Kebakaran hutan di Indonesia terjadi hampir setiap tahun. Kebakaran hutan bukan hanya disebabkan oleh faktor alam saja, melainkan juga disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pembersihan lahan dan perluasan lahan untuk pertanian atau perkebunan. Kebakaran hutan/lahan dapat diindikasikan dengan adanya titik api (hotspot). Hotspot dapat dapat dipantau secara harian menggunakan citra satelit penginderaan jauh. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak asap kebakaran hutan/lahan menggunakan citra satelit penginderaan jauh. Dari penelitian, arah atau aliran dan sebaran asap yang terbawa oleh arus angin dapat diketahui secara visual dalam bentuk informasi citra sebaran asap. Informasi ini dapat digunakan oleh pemerintah sebagai masukan dalam menentukan keputusan mitigasi bencana di wilayah Indonesia maupun dampak yang mungkin terjadi bagi negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.


Demikian beberapa contoh implementasi Penginderaan jauh pada berbagai bidang. Implementasi lain pada berbagai bidang akan diuraikan pada bahan bacaan.

 

BAHAN BACAAN

1. Konsep Dasar Penginderaan Jauh

Penginderaan jauh dapat disejajarkan dengan suatu proses membaca. Dengan menggunakan mata bertindak sebagai alat pengindera (sensor) yang menerima cahaya yang dipantulkan. Data yang diterima oleh mata berupa energi sesuai dengan jumlah cahaya yang dipantulkan dari bagian terang. Data tersebut dianalisis atau ditafsir di dalam pikiran agar dapat menerangkan bahwa bagian yang gelap pada halaman ini merupakan sekumpulan hurufhuruf yang menyusun kata-kata. Lebih dari itu, kata-kata tersebut menyusun kalimat-kalimat, dan menafsir arti informasi yang terdapat pada kalimatkalimat itu.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa definisi penginderaan jauh.

a. Penginderaan jauh adalah ilmu atau seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah atau gejala, dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat, tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau gejala yang akan dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1990, dalam Suryantoro, Agus 2004).

b. Penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh, menemutunjukkan (mengidentifikasi) dan menganalisis objek dengan sensor pada posisi pengamatan daerah kajian (Avery, 1985 dalam Susanto, 1986).

c. Penginderaan jauh merupakan teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisis informasi tentang bumi. Informasi itu berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi (Lindgren, 1985, dalam Susanto 1986).

Dari beberapa batasan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa penginderaan jauh merupakan upaya memperoleh informasi tentang objek dengan menggunakan alat yang disebut “sensor”, tanpa kontak langsung dengan objek. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh data dari jarak jauh dengan menggunakan peralatan tertentu. Data yang diperoleh itu kemudian dianalisis dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Data yang diperoleh dari penginderaan jauh dapat berbentuk hasil dari variasi daya, gelombang bunyi atau energi elektromagnetik. Sebagai contoh grafimeter memperoleh data dari variasi daya tarik bumi (gravitasi), sonar pada sistem navigasi memperoleh data dari gelombang bunyi dan mata kita memperoleh data dari energi elektromagnetik.

Jadi penginderaan jauh merupakan pemantauan terhadap suatu objek dari jarak jauh dengan tidak melakukan kontak langsung dengan objek tersebut.

 

2. Peranan Penginderaan Jauh

Sistem pengindraan jauh dalam geografi sangat bermanfaat dalam memberikan informasi suatu wilayah dengan kondisi fisik dan sosiaInya serta dalam hal pemantauan sumber daya alam dan lingkungan.

Beberapa manfaat penginderaan jauh adalah sebagai berikut :

a. Dalam bidang meteorologi dan klimatologi (METEOSAT, TIROS, dan NOAA)

1) Mengamati iklim daerah melalui pengamatan tingkat perawanan dan kandungan air dalam udara.

2) Membantu analisis cuaca dan peramalan/prediksi prakiraan cuaca dengan cara menentukan daerah tekanan tinggi dan tekanan rendah serta daerah hujan badai dan siklon.

3) Mengamati sistem/pola angin permukaan.

4) Melakukan pemodelan meteorologi dan set data klimatologi

b. Dalam bidang oseanografi (ilmu kelautan), bermanfaat untuk pengamatan sifat fisik air laut, seperti suhu permukaan air laut, warna, kadar garam, arus dan sebagainya, pemanfataan gerakan air laut seperti gelombang dan pasang surut air laut dan pengamatan perubahan garis pantai akibat erosi dan sedimentasi.

c. Dalam bidang hidrologi (pengairan) (LANDSAT/ERS, SPOT).

1) Pemantauan daerah aliran sungai dan konservasi sungai.

2) Pemetaan sungai dan studi sedimentasi sungai.

3) Pemantauan luas daerah intensitas banjir.

d. Dalam. bidang geologi dan ilmu kebumian, bermanfaat untuk

1) Menentukan struktur batuan suatu wilayah,

2) Pemantauan wilayah bencana akibat gempa, kebakaran,tsunami dan longsor.

3) Pemantauan aktivitas gunung berapi, dan pemantauan persebaran debu vulkanik.

4) Menentukan struktur geologi dan macam batuan.

5) Melakukan pemantauan distribusi sumber daya alam, seperti hutan (lokasi,macam, kepadatan, dan perusakan), bahan tambang (uranium, emas, minyak bumi)

6) Melakukan pemantauan pencemaran laut dan lapisan minyak di laut.

7) Melakukan pemantauan pencemaran udara dan pencemaran laut.


e. Bidang Pembuatan Peta Peta adalah gambaran permukaan bumi yang diproyeksikan pada bidang datar dan dilengkapi dengan simbol. Salah satu sumber data primer peta berasal hasil survai terestris, data tabular, foto udara, juga dari citra satelit. Berbeda dengan peta, citra memberikan semua informasi yang terekam pada bumi tanpa adanya generalisasi.

f. Bidang sumber geofisika, geologi, geodesi dan lingkungan, bermanfaat antara lain untuk;

1) Permetaan penggunaan lahan

Inventarisasi penggunaan lahan penting dilakukan untuk mengetahui apakah pemetaan lahan yang dilakukan oleh aktivitas manusia sesuai dengan potensi ataupun daya dukungnya. Integrasi teknologi penginderaan jauh merupakan salah satu bentuk yang potensial dalam penyusunan arahan fungsi penggunaan lahan.

2) Kehutanan Bidang kehutanan berkenaan dengan pengelolaan hutan untuk kayu termasuk perencanaan pengambilan hasil kayu, pemantauan penebangan dan penghutanan kembali, pengelolaan dan pencacahan margasatwa, inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan, rekreasi, dan pengawasan kebakaran.

3. Sistem dan Komponen Penginderaan Jauh

Penginderaan jauh dengan menggunakan tenaga matahari dinamakan penginderaan jauh sistem pasif. Penginderaan jauh sistem pasif menggunakan pancaran cahaya, hanya dapat beroperasi pada siang hari saat cuaca cerah. Penginderaan jauh sistem pasif yang menggunakan tenaga pancaran tenaga thermal, dapat beroperasi pada siang maupun malam hari. Penginderaan jauh dengan menggunakan sumber tenaga buatan disebut penginderaan jauh sistem aktif. Penginderaan sistem aktif sengaja dibuat dan dipancarkan dari sensor yang kemudian dipantulkan kembali ke sensor tersebut untuk direkam. Sutanto (1986) menjelaskan bahwa sistem penginderaan jauh memiliki komponen-komponen yang menyusunnya, yakni sebagai berikut :

Penjelasan masing-masing komponen dalam sistem penginderaan jauh adalah sebagai berikut:

a. Sumber Tenaga

Sumber tenaga diharuskan ada dalam sistem penginderaan jauh, baik itu sumber tenaga alamiah ataupun sumber tenaga buatan. Tenaga ini mengenai obyek di permukaan bumi yang kemudian dipantulkan ke sensor ataupun juga dapat berupa tenaga dari suatu objek di permukaan bumi yang dipancarkan ke sensor.

b. Atmosfer

Tenaga elektromagnetik pada penginderaan jauh sistem pasif dan sistem aktif untuk sampai di alat sensor dipengaruhi oleh atmosfer. Atmosfer mempengaruhi tenaga elektromagnetik yaitu bersifat selektif terhadap panjang gelombang, karena itu timbul istilah “Jendela atmosfer”, yaitu bagian spektrum elektromagnetik yang dapat mencapai bumi. Adapun jendela atmosfer yang sering digunakan dalam penginderaan jauh ialah spektrum tampak yang memiliki panjang gelombang 0,4 mikrometer hingga 0,7 mikrometer.

elektromagnetik merupakan spektrum yang sangat luas, hanya sebagian kecil saja yang dapat digunakan dalam penginderaan jauh, itulah sebabnya atmosfer disebut bersifat selektif terhadap panjang gelombang. Hal ini karena sebagian gelombang elektromagnetik mengalami hambatan, yang disebabkan oleh butir-butir yang ada di atmosfer seperti debu, uap air dan gas. Proses penghambatannya terjadi dalam bentuk serapan, pantulan dan hamburan.

c. Interaksi antara Tenaga dan Obyek

Setiap objek di permukaan bumi memiliki karakteristik tertentu dalam memantulkan ataupun memancarkan tenaga ke sensor. Obyek yang banyak memantulkan /memancarkan tenaga akan tampak cerah pada citra sedangkan objek yang pantulannya/pancarannya sedikit akan tampak gelap.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi jumlah tenaga matahari untuk sampai ke permukaan bumi adalah:

1) Waktu (jam atau musim): faktor waktu berpengaruh terhadap banyak sedikitnya energi matahari untuk sampai ke bumi. Misal, pada siang hari jumlah tenaga yang diterima lebih banyak dibandingkan dengan pagi.

2) Lokasi: lokasi ini erat kaitannya dengan posisinya terhadap lintang geografi dan posisinya terhadap permukaan laut. Misal, di daerah khatulistiwa jumlah tenaga yang diterima lebih banyak dari pada daerah lintang tinggi.

3) Kondisi cuaca: kondisi cuaca mempengaruhi adanya hambatan di atmosfer. Misal, saat cuaca berawan jumlah tenaga yang diterima lebih sedikit dari pada saat cuaca cerah.

d. Sensor Tenaga yang datang dari objek di permukaan bumi, baik berupa hasil pantulan ataupun pancaran akan diterima dan direkam oleh sensor. Tiap sensor memiliki kepekaan tersendiri terhadap bagian spektrum elektromagnetik. Semakin kecil objek yang dapat direkam oleh sensor maka semakin baik pula kualitas sensornya.

e. Perolehan Data Cara perolehan data dapat dilakukan dengan cara manual, yakni dengan interpretasi secara visual dan dapat pula dengan cara digital yang menggunakan bantuan komputer. Citra berupa foto udara pada umumnya diinterpretasi secara manual, sedangkan data hasil penginderaan secara elektronik dapat diinterpretasi secara manual atau digital.

f. Pengguna Data

Pengguna data merupakan komponen penting dalam sistem penginderaan jauh karena keberhasilan aplikasi penginderaan jauh terletak pada dapat diterima atau tidaknya hasil penginderaan jauh oleh para pengguna data. Kerincian, kehandalan, dan kesesuaiannya terhadap kebutuhan pengguna sangat menentukan diterima atau tidak diterimanya data penginderaan jauh tersebut.

4. Jenis Citra

Dalam Penginderaan Jauh Masukan dalam penginderaan jauh berupa bermacam-macam data. Hasil proses rekaman data penginderaan jauh tersebut berupa, data digital atau data numerik untuk dianalisis dengan menggunakan komputer dan data visual dibedakan lebih jauh atas data citra dan data non citra untuk dianalisis dengan cara manual. Data citra berupa gambaran mirip aslinya, sedangkan data non citra berupa garis atau grafik. Citra dapat dibedakan atas citra foto (photographic image) atau foto udara dan citra non foto (non photographic image). Beda antara citra foto dan non foto ditampilkan dalam tabel berikut:

Tabel 3. Beda antara citra foto dan citra non foto ( Lillesand dan Kiefer 1979: Siegel dan Gillespie 1979, dalam Susanto 1986)


a. Citra Foto

Citra foto adalah gambaran yang dihasilkan dengan menggunakan sensor kamera. Citra foto dapat dibedakan berdasarkan:

1) Spektrum Elektromagnetik yang digunakan. Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, citra foto dapat dibedakan atas:

a) Foto ultra violet yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum ultra violet dekat dengan panjang gelombang 0,29 mikrometer.

b) Foto ortokromatik yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum tampak dari saluran biru hingga sebagian hijau (0,4 - 0,56 mikrometer).

c) Foto pankromatik yaitu foto yang dengan menggunakan spektrum tampak mata.

d) Foto infra merah yang terdiri dari foto warna asli (true infrared photo) yang dibuat dengan menggunakan spektrum infra merah dekat sampai panjang gelombang 0,9 mikrometer hingga 1,2 mikrometer dan infra merah modifikasi (infra merah dekat) dengan sebagian spektrum tampak pada saluran merah dan saluran hijau.

2) Sumbu kamera

Foto udara dapat dibedakan berdasarkan arah sumbu kamera ke permukaan bumi, yaitu:

a) Foto vertikal atau foto tegak (orto photograph), yaitu foto yang dibuat dengan sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi.

b) Foto condong atau foto miring (oblique photograph), yaitu foto yang dibuat dengan sumbu kamera menyudut terhadap garis tegak lurus ke permukaan bumi. Sudut ini pada umumnya sebesar 10 derajat atau lebih besar. Tapi apabila sudut condongnya masih berkisar antara 1 - 4 derajat, foto yang dihasilkan masih digolongkan sebagai foto vertikal.

Foto condong masih dibedakan lagi menjadi:

1) Foto agak condong (low oblique photograph), yaitu apabila cakrawala tidak tergambar pada foto.

2) Foto sangat condong (high oblique photograph), yaitu apabila pada foto tampak cakrawalanya.

3) Warna yang digunakan

Berdasarkan warna yang digunakan, citra foto dapat dibedakan atas:

a) Foto berwarna semua (false colour), warna citra pada foto tidak sama dengan warna aslinya. Misalnya pohon-pohon yang berwarna hijau dan banyak memantulkan spketrum infra merah, pada foto tampak berwarna merah.

b) Foto berwarna asli (true colour). Contoh: foto pankromatik berwarna.

4) Wahana yang digunakan

Berdasarkan wahana yang digunakan, ada 2 (dua) jenis citra, yakni:

a) Foto udara, dibuat dari pesawat udara atau balon

b) Foto satelit/orbital, dibuat dari satelit.

b. Citra Non Foto

Citra non foto adalah gambaran yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera. Citra non foto dibedakan atas:

1) Spektrum elektromagnetik yang digunakan, berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan dalam penginderaan, citra non foto dibedakan atas:

a) Citra infra merah thermal, yaitu citra yang dibuat dengan spektrum infra merah thermal. Penginderaan pada spektrum ini mendasarkan atas beda suhu objek dan daya pancarnya pada citra tercermin dengan beda rona atau beda warnanya.

b)  Citra radar dan citra gelombang mikro, yaitu citra yang dibuat dengan spektrum gelombang mikro. Citra radar merupakan hasil penginderaan dengan sistem aktif yaitu dengan sumber tenaga buatan, sedang citra gelombang mikro dihasilkan dengan sistem pasif yaitu dengan menggunakan sumber tenaga alamiah.

2) Sensor yang digunakan, berdasarkan sensor yang digunakan, citra non foto terdiri dari:

a) Citra tunggal, yakni citra yang dibuat dengan sensor tunggal, yang salurannya lebar.

b) Citra multispektral, yakni citra yang dibuat dengan sensor jamak, tetapi salurannya sempit, yang terdiri dari:

(1) Citra RBV (Return Beam Vidicon), sensornya berupa kamera yang hasilnya tidak dalam bentuk foto karena detektornya bukan film dan prosesnya non fotografik.

(2) Citra MSS (Multi Spektral Scanner), sensornya dapat menggunakan spektrum tampak maupun spektrum infra merah thermal. Citra ini dapat dibuat dari pesawat udara.

5. Interpretasi Citra

Menurut Este dan Simonett, 1975, dalam Sutanto, 1986: Interpretasi citra merupakan perbuatan mengkaji foto udara atau citra dengan maksud untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut. Jadi di dalam interpretasi citra, penafsir mengkaji citra dan berupaya mengenali objek melalui tahapan kegiatan, yaitu:

a. Deteksi

Merupakan tahapan pengenalan objek-objek yang tampak pada citra inderaja menggunakan stereoskop. Tahapan deteksi ini merupakan tahapan paling dasar dan paling mudah diantara tahapan lainnya. Seorang interpreter pastinya akan melihat berbagai macam kenampakan objek seperti bentuk persegi, garis lurus, permukaan kasar, dan lainnya ketika pertamakali melihat citra inderaja. Itulah yang disebut dengan deteksi.

b. Identifikasi

Merupakan tahapan pengelompokkan objek-objek yang memiliki ciri-ciri yang sama. Tahapan ini sudah mulai rumit dibanding deteksi, misalnya ketika seseorang melihat sebuah pola garis lurus pada citra ada berbagai kemungkinan yang muncul seperti jalan raya, rel kereta, sungai atau saluran irigasi. Berbagai kemungkinan tersebut dikelompokkan agar nantinya dapat ditarik kesimpulan di akhir.

Ada 3 (tiga) ciri utama benda yang tergambar pada citra berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor yaitu sebagai berikut:

1) Spektral, ciri yang dihasilkan oleh interaksi antara tenaga elektromagnetik dan benda yang dinyatakan dengan rona dan warna.

2) Spatial, ciri yang terkait dengan ruang yang meliputi bentuk, ukuran, bayangan, pola, tekstur, situs, dan asosiasi.

3) Temporal, ciri yang terkait dengan umur benda atau saat perekaman.

c. Analisis Merupakan tahapan akhir dari sebuah interpretasi yaitu penarikan kesimpulan atas pengelompokkan objek-objek yang sudah diidentifikasi. Tahapan ini sering disebut juga sebagai konvergensi bukti. Misal kenampakan garis lurus di citra bisa saja itu rel, jalan raya, sungai atau irigasi. Namun seorang interpreter haruslah menarik kesimpulan tentang objek sebenarnya. Dalam hal ini Kemudian setiap objek yang diperlukan dikenali berdasarkan karakteristik spasial dan atau unsur temporalnya. Objek yang telah dikenali jenisnya, kemudian diklasifikasikan sesuai dengan tujuan interpretasinya dan digambarkan ke dalam peta kerja atau peta sementara. Kemudian pekerjaan medan (lapangan) dilakukan untuk menjaga ketelitian dan kebenarannya. Setelah pekerjaan medan dilakukan, dilaksanakanlah interpretasi akhir dan pengkajian atas pola atau susunan keruangan (objek) dapat dipergunakan sesuai tujuannya. Untuk penelitian murni, kajiannya diarahkan pada penyusunan teori, sementara analisisnya digunakan untuk penginderaan jauh, sedangkan untuk penelitian terapan, data yang diperoleh dari citra digunakan untuk analisis dalam bidang tertentu seperti geografi, oceanografi, lingkungan hidup, dan sebagainya. Dalam menginterpretasi citra, pengenalan objek merupakan bagian yang sangat penting, karena tanpa pengenalan identitas dan jenis objek, maka objek yang tergambar pada citra tidak mungkin dianalisis. Prinsip pengenalan objek pada citra didasarkan pada penyelidikan karakteristiknya pada citra. Karakteristik yang tergambar pada citra dan digunakan untuk mengenali objek disebut unsur interpretasi citra. unsur spasial citra seperti situs dan asosisasi menjadi sangat penting. Penilaian atas fungsi objek dan kaitan antar objek dengan cara menginterpretasi dan menganalisis citra yang hasilnya berupa klasifikasi yang menuju ke arah teorisasi dan akhirnya dapat ditarik kesimpulan dari penilaian tersebut. Pada tahapan ini, interpretasi dilakukan oleh seorang yang sangat ahli pada bidangnya, karena hasilnya sangat tergantung pada kemampuan penafsir citra. Perekaman data dari citra berupa pengenalan objek dan unsur yang tergambar pada citra serta penyajiannya ke dalam bentuk tabel, grafik atau peta tematik. Urutan kegiatan dimulai dari menguraikan atau memisahkan objek yang rona atau warnanya berbeda dan selanjutnya ditarik garis batas/delineasi bagi objek yang rona dan warnanya sama.

Dari seluruh unsur tersebut dapat dikelompokkan ke dalam 3 jenjang dalam menginterpretasi objek (pada gambar 11). Tahapan paling mudah adalah melihat rona/warna, bentuk dan bayangan. Tahapan kedua adalah melihat pola, ukuran, tekstur yang memerlukan ketelitian dan pemahaman lebih mendalam mengenai ciri-ciri objek dalam ruang tersebut. Tahapan ketiga adalah melihat situs dan asosiasi untuk melihat tanda pengenal dari suatu objek. Tahapan ini merupakan faktor kunci interpretasi dan bisa dibilang yang paling sulit dideskripsikan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengamati kenampakan objek dalam foto udara, yaitu: a. Rona dan Warna Rona atau tone adalah tingkat kecerahan atau kegelapan suatu objek yang terdapat pada foto udara atau pada citra lainnya. Pada foto hitam putih rona yang ada biasanya adalah hitam, putih atau kelabu. Tingkat kecerahannya tergantung pada keadaan cuaca saat pengambilan objek, arah datangnya sinar matahari, waktu pengambilan gambar.

Pada foto udara berwarna, rona sangat dipengaruhi oleh spektrum gelombang elektromagnetik yang digunakan, misalnya menggunakan spektrum ultra violet, spektrum tampak, spektrum infra merah dan sebagainya. Perbedaan penggunaan spektrum gelombang tersebut mengakibatkan rona yang berbeda-beda. Selain itu karakter pemantulan objek terhadap spektrum gelombang yang digunakan juga mempengaruhi warna dan rona pada foto udara berwarna.

b. Bentuk

Bentuk-bentuk atau gambar yang terdapat pada foto udara merupakan konfigurasi atau kerangka suatu objek. Bentuk merupakan ciri yang jelas, sehingga banyak objek yang dapat dikenali hanya berdasarkan bentuknya saja.

c. Ukuran

Ukuran merupakan ciri objek yang antara lain berupa jarak, luas, tinggi lereng dan volume. Ukuran objek pada citra berupa skala, karena itu dalam memanfaatkan ukuran sebagai interpretasi citra, harus selalu diingat skalanya.

d. Tekstur

Tekstur adalah frekwensi perubahan rona pada citra. Ada juga yang mengatakan bahwa tekstur adalah pengulangan pada rona kelompok objek yang terlalu kecil untuk dibedakan secara individual. Tekstur dinyatakan dengan: kasar, halus, dan sedang.

e. Pola

Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang menandai bagi banyak objek bentukan manusia dan bagi beberapa objek alamiah.

f. Bayangan

Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau objek yang berada di daerah gelap. Meskipun demikian, bayangan juga dapat merupakan kunci pengenalan yang penting bagi beberapa objek yang justru dengan adanya bayangan menjadi lebih jelas.

g. Situs Situs adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Misal, permukiman pada umumnya memanjang pada pinggir beting pantai, tanggul alam atau sepanjang tepi jalan.

h. Asosiasi

Asosiasi adalah keterkaitan antara objek yang satu dengan objek yang lainnya.

 

=====================